BAB I
PENDAHULUAN
Riset dan tekologi
merupakan gabungan dari kata riset dan teknologi yang memiliki arti bahwa riset
adalah penelitian dan teknologi mengaplikasikan penelitian kedalam teknologi
yang berbasis era-modern pada zaman sekrang ini.
Riset berasal dari bahasa Inggris,
research, menurut The Advanced Learner’s Dictionary of Current English (1961)
ialah penyelidikan atau pencarian yang seksama untuk memperoleh fakta baru
dalam cabang ilmu pengetahuan. Menurut Fellin, Tripodi dan Meyer (1969) riset
adalah suatu cara sistematik untuk maksud meningkatkan, memodifikasi dan
mengembangkan pengetahuan yang dapat disampaikan (dikomunikasikan) dan diuji
(diverifikasi) oleh peneliti lain.
Kata penelitian dalam Bahasa Inggris adalah Research.
Dari kata ini kita membuat istilah Riset dalam Bahasa Indonesia. Kata research
sering digunakan untuk mewakili serangkaian kegiatan atau untuk mengartikan
sesuatu yang kurang tepat sehingga perlu diluruskan terlebih dahulu. Untuk
memahami apa itu riset atau penelitian, kita perlu tahu apa yang bukan
dikatagorikan riset dan apa karakteristik riset.
Apa yang Bukan Riset
1.
Bukan
hanya mengumpulkan informasi tentang sesuatu atau beberapa hal. Ini namanya
pencarian informasi (information discovery)
2.
Bukan
memindahkan fakta dari satu lokasi ke lokasi lain, dengan menghilangkan inti
dari riset yaitu: intepretasi data. Misalnya
seorang mahasiswa membuat tulisan tentang Teknologi Pendeteksi Gempa Bumi yang
membutuhkan sumber informasi dari berbagai macam sumber dan format. Namun demikian
karena sifatnya mengkoleksi data, informasi dari berbagai sumber dan kemudian
menyusunnya menjadi sebuah tulisan tanpa intepretasi data, maka kegiatan yang menghasilkan
tulisan ini bukanlah riset.
3.
Bukan
mencari informasi tertentu secara acak. Misalnya kita ingin membeli rumah,
kemudian kita mencari informasiinformasi tentang rumah-rumah yang setipe, harga
yang mendekati, lokasi yang bervariasi dan model-model yang ditawarkan melalui
brosur-brosur perumahan untuk menentukan rumah yang seperti apa yang kita
inginkan, sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan 4. Bukan sekedar istilah untuk
menarik perhatian. Beberapa iklan produk menggunakan kata “riset” untuk menarik
perhatian konsumen dan meyakinkan konsumen bahwa produk mereka bermutu.
Karakteristik Riset
Jika riset bukanlah 4 hal di atas maka apakah riset itu? Riset
adalah proses mengumpulkan, menganalisis, dan menerjemahkan informasi atau data
secara sistematis untuk menambah pemahaman kita terhadap suatu fenomena
tertentu yang menarik perhatian kita. Sekalipun kegiatan ini dapat saja terjadi
untuk hal sehari-hari, tapi kita fokuskan pada FORMAL RESEARCH yaitu riset yang
ditujukan untuk menambah pemahaman kita terhadap suatu fenomena dan untuk
dikomunikasikan kepada komunitas (dipublikasikan).
Menurut Paul Leedy dalam Practical
Research, ada 8 karakteristik riset:
1.
Riset
berasal dari satu pertanyaan atau masalah: dengan menanyakan pertanyaan kita
sedang berupaya untuk stimulasi dimulainya proses penelitian. Sumber pertanyaan
dapat berasal dari sekitar kita.
2.
Riset
membutuhkan tujuan yang jelas : pernyataan tujuan ini menjawab pertanyaan : “
Masalah apa yang akan diselesaikan/dipecahkan?” tujuan adalah pernyataan
permasalahan yang akan dipecahkan dalam riset.
3.
Riset
membutuhkan rencana spesifik: untuk melakukan penelitian rencana kegiatan
disusun. Selain menetapkan tujuan dari riset, kita harus menetapkan juga
bagaimana mencapai tujuan tersebut. Beberapa hal yang perlu diputuskan
misalnya: dimana mendapatkan data? Bagaimana mengumpulkan data tersebut? Apakah
data yang ada berelasi dengan permasalahan yang ditetapkan dalam riset?
4.
Riset
biasanya membagi masalah prinsip menjadi beberapa sub masalah : untuk
mempermudah menjawab permasalahan, biasanya masalah yang prinsip dibagi menjadi
beberapa sub masalah. Masalah :
Kompresi data dengan algoritma substitution Sub-masalah:
Ø bagaimana melakukan kompresi data pada file
teks hingga hasil
Ø kompresi 30% dari file asli?
Ø bagaimana melakukan dekompresi pada file teks
tanpa
Ø mengubah isi?
5.
Riset
dilakukan berdasarkan masalah, pertanyaan atau hipotesis riset yang spesifik:
Hipotesis adalah asumsi atau dugaan yang logis yang memberikan jawaban
sementara tentang permasalahan riset berdasarkan penyelidikan awal. Hipotesis
mengarahkan kita ke sumber-sumber informasi yang membantu kita untuk
menyelesaikan dan menjawab permasalahan riset yang sudah ditetapkan. Hipotesis bisa
lebih dari satu. Hipotesis mempunyai kemungkinan didukung atau tidak didukung
oleh data. Jika suatu hipotesis tidak didukung oleh data, maka hipotesis itu
6.
Riset
mengakui asumsi-asumi: Dalam riset, asumsi merupakan hal penting untuk
ditetapkan. Asumsi adalah kondisi yang ditetapkan sehingga jangkauan riset
jelas batasnya. Asumsi juga bisa merupakan batasan sistem di mana kita
melakukan riset.
7.
Riset
membutuhkan data dan intepretasi data untuk menyelesaikan masalah yang
mendasari adanya riset: Pentingnya data bergantung pada bagaimana peneliti
memberi arti dan menarik inti sari dari data-data yang tersedia. Di dalam riset
data yang tidak diintepretasikan/diterjemahkan tidak berarti apapun.
8.
Riset
bersifat siklus: siklus dari riset dapat digambarkan seperti
pada Gambar 1.1.

Untuk memulai suatu penelitian, permasalahan yang akan dipecahkan
perlu ditemukan lebih dahulu. Beberapa hal yang membantu penemuan tersebut
adalah: membaca artikel jurnaljurnal ilmiah pada bidang yang diminati. Dengan
membaca beberapa artikel jurnal yang memuat permasalahan dan pemecahannya
diharapkan ada stimulasi dari pembacaan tersebut untuk menimbulkan ide-ide lain
yang layak untuk diteliti. Permasalahan sebagai Inti Riset Pada dasarnya riset
dapat dikatagorikan menjadi dua jenis:
1.
basic
research/penelitian dasar mengembangkan suatu teori atau konsep dalam bidang
tertentu
2.
applied research/penelitian terapan berkaitan
dengan suatu penerapan teori untuk mendapatkan perbandingan, hasil kinerja atau
menghasilkan suatu produk yang membantu manusia. dalam kedua jenis riset tersebut, adalah
penting untuk menentukan permasalahan yang akan dibahas dan diselesaikan. Permasalahan
tersebut biasanya berupa pertanyaaan yang jawabannya memberikan hal baru yang
berbeda dan permasalahan tersebut mengembangkan pengetahuan tentang sesuatu
misalnya cara berpikir yang baru tentang sesuatu, kemungkin baru dalam penerapan atau membuka
jalan bagi penelitian selanjutnya. Permasalahan
untuk riset haruslah mengandung interpretasi data yang merupakan hasil
pemikiran si peneliti dalam mencari jawaban dari permasalahan dalam
penelitiannya.
Untuk memastikan bahwa permasalahan tersebut mengandung interpretasi
data pastikan hindari situasi di bawah ini:
1)
pengumpulan
informasi untuk memperdalam pemahaman kita terhadap sesuatu. Misalnya suatu
riset untuk mengetahui lebih dalam tentang cara kerja router.
2)
perbandingan
antara dua kumpulan data. Misalnya membandingkan jumlah mahasiswa baru di
beberapa PTS di Yogya pasca gempa.
3)
memanfaatkan
komputer sebagai kalkulator besar tanpa disertai analisis atau interpretasi
data. Misalnya menggunakan computer untuk menghitung sekumpulan data dengan
rumus ABC.
4)
permasalahan
yang langsung dapat dijawab dengan “YA” atau “TIDAK”. Misalnya: Apakah koneksi
jaringan dengan kabel fiber optic lebih cepat dari pada kabel UTP? Permasalahan
yang tidak memenuhi syarat hanya akan menghasilkan penelitian yang tidak
memenuhi standar penelitian. Jika demikian maka penelitian tersebut adalah
pekerjaan yang sia-sia.
Tipe Karya Ilmiah
Berikut ini beberapa tipe karya ilmiah
:
Analisis melihat apa yang dibalik permukaan materi:
melihat hubungan antar bagian dan keseluruhan, mengenali hubungan antara
sebab-akibat, mencari hal-hal penting, mempertanyakan suatu validitas. Kata
tanya yang digunakan
Bagaimana, atau APA.Kalimat tanya yang dibentuk bukanlah
kalimat tanya yang tertutup atau hanya membutuhkan jawaban “ya” atau “tidak”. Kalimat
tanya yang dibentuk membutuhkan penjabaran dalam menjawabnya. Penjabaran itulah
yang kemudian menjadi karya ilmiah yang disusun dalam bab-bab yang berurutan
dan saling berhubungan.
Contoh rumusan masalah :
Ø Bagaimana Metadata Dublin Core yang memiliki
15 elemen mampu mengklasifikasikan informasi berbentuk image, audio dan video?
Ø Bagaimana data ciri khas masing-masing
informasi tersebut dapat diadaptasi oleh Metadata Dublin Core?
Ø Apa faktor-faktor dalam metode Winter yang
menyebabkan perubahan nilai produksi barang tertentu?
Ø Bagaimana menghasilkan trend prestasi
akademik dari setiap angkatan mahasiswa berdasarkan hasil test masuk?
Ø PERBANDINGAN berarti mencari perbedaan dan
persamaan. Aspek yang dibandingkan disiapkan dan digunakan untuk menyusun
penulisan.
Contoh :
Ø Bandingkan performa akses ke digital library
dengan repository terpusat di satu server dengan kapasitas besar, dengan akses
ke digital library dengan repository terdistribusi dengan kapasitas sedang.
Perbandingan yang dapat dilihat dari kecepatan akses, macam standar yang
diperlukan, prosedur update data, prosedur pemeliharaan, keamanan data dll.
Ø Bandingkan alternatif pendukung keputusan
tentang banyak barang yang diproduksi berdasarkan metode X dan metode Y dengan
parameter jenis barang, dan jumlah barang.
Ø Bandingkan ketepatan dokumen hasil pencarian
dengan metode X dan Y berdasarkan faktor-faktor: jumlah istilah, bobot istilah
dan kecepatan proses.
Ø
Argumentasi
(setuju atau tidak setuju) meminta kita berada di satu sisi berdasarkan
analisis dari bukti-bukti yang kuat dan alasan yang jelas dan dapat diterima. Pada
dasarnya hanya ada dua tipe dari 3 tipe yang dijelaskan di atas yaitu tipe
analisis dan argumentasi. Tipe perbandingan termasuk dalam tipe analisis karena
melakukan analisis terhadap 2 hal yang dibandingkan.
v Dilakukan
dengan cara-cara yang sistematik dan seksama.
v Bertujuan
meningkatkan, memdofikasi dan mengembangkan pengetahuan (menambah
perbendaharaan ilmu pengetahuan)
v dilakukan
melalui pencarian fakta yang nyata
v dapat
disampaikan (dikomunikasikan) oleh peneliti lain
v dapat
diuji kebenarannya (diverifikasi) oleh peneliti lain
v Dalam
bahasa Indonesia, padanan kata riset sering digunakan istilah “penelitian”.
Penelitian didefinisikan sebagai: “Suatu usaha untuk menemukan, mengembangkan,
dan menguji kebenaran suatu pengetahuan, dan usaha-usaha itu dilakukan dengan
metode ilmiah” (Sutrisno Hadi, 2001). Pelajaran yang membicarakan metode-metode
ilmiah mengenai penelitian disebut metode penelitian atau research methodology.
Metode ilmiah pertama kali dikenalkan oleh John Dewey untuk memecahkan masalah.
John Dewey di dalam bukunya How We Think (1910) mengatakan bahwa
langkah-langkah pemecahan suatu masalah adalah sebagai berikut:
v Merasakan
adanya suatu masalah atau kesulitan, dan masalah atau kesulitan ini mendorong
perlunya pemecahan.
v Merumuskan
dan atau membatasi masalah/kesulitan tersebut. Di dalam hal ini diperlukan
observasi untuk mengumpulkan fakta yang berhubungan dengan masalah itu.
v Mencoba
mengajukan pemecahan masalah/ kesulitan tersebut dalam bentuk
hipotesis-hipotesis. Hipotesis-hipotesis ini adalah merupakan pernyataan yang
didasarkan pada suatu pemikiran atau generalisasi untuk menjelaskan fakta
tentang penyebab masalah tersebut.
v Merumuskan
alasan-alasan dan akibat dari hipotesis yang dirumuskan secara deduktif.
v Menguji
hipotesis-hipotesis yang diajukan, dengan berdasarkan fakta-fakta yang
dikumpulkan melalui penyelidikan atau penelitian. Hasil penelitian ini bisa
menguatkan hipotesis dalam arti hipotesis diterima, dan dapat pula memperlemah
hipotesis, dalam arti hipotesis ditolak. Dari langkah terakhir ini selanjutnya
dapat dirumuskan pemecahan masalah yang telah dirumuskan tersebut.
Kriteria
Metode Ilmiah (Notoaatmodjo, 2002)
a) Berdasarkan
fakta
b) bebas
dari prasangka
c) Menggunakan
prinsip analisis
d) Menggunakan
hipotesis
e) Menggunakan ukuran objektif
Langkah-Langkah
Umum Metode Ilmiah (Notoatmodjo, 2002)
a.
Memilih dan atau mengidentifikasi masalah
b.
Menetapkan tujuan penelitian
c.
Studi literature
d.
Merumuskan kerangka konsep penelitian
e.
Merumuskan
hipotesis
f.
Merumuskan metode penelitian
g.
Pengumpulan data
h.
Mengolah dan menganalisis data
i.
Membuat laporan
Tujuan
Dilakukan Penelitian (Sutrisno Hadi, 2001)
- Menemukan pengetahuan
- Mengembangkan pengetahuan
- Menguji kebenaran suatu pengetahuan
Implikasi
Riset
Hasil suatu riset
disebut penemuan (findings) yang berbentuk kesimpulan dan rekomendasi. Hal ini
berarti hasil tersebut akan berguna bagi berbagai pihak (Abisujak, 1981):
Ø bagi
ilmu pengetahuan sendiri sesuai dengan tujuan pengembangan pengetahuan.
Ø bagi
orang-orang yang berminat untuk menerapkan hasil-hasil yang telah dirumuskan
untuk maksud pelayanan/operasional atau perencanaan suatu program.
Ø bagi
orang-orang yang bermaksud mengadakan penelitian yang sama dengan populasi atau
objek lain atau penelitian lanjutan.
Oleh karena itu suatu karya riset harus memenuhi kriteria berikut, yaitu: jelas, terbuka, jujur dan sistematik, atau dengan perkataan lain dapat dilaksanakan kembali oleh orang lain dengan cara-cara yang sama (reproducable), kecuali riset yang bersifat rahasia. Landasan riset pada dasarnya ialah ilmu pengetahuan (science), dan ilmu pengetahuan itu sendiri dikembangkan melalui riset. Jadi, terdapat kaitan yang erat antara riset dan ilmu pengetahuan
Oleh karena itu suatu karya riset harus memenuhi kriteria berikut, yaitu: jelas, terbuka, jujur dan sistematik, atau dengan perkataan lain dapat dilaksanakan kembali oleh orang lain dengan cara-cara yang sama (reproducable), kecuali riset yang bersifat rahasia. Landasan riset pada dasarnya ialah ilmu pengetahuan (science), dan ilmu pengetahuan itu sendiri dikembangkan melalui riset. Jadi, terdapat kaitan yang erat antara riset dan ilmu pengetahuan
Langkah-Langkah
Penelitian (Suryabrata, 1989)
A.
Identifikasi, Pemilihan dan Perumusan Masalah
Penelitian
Identifikasi masalah
penelitian
Sumber:
Sumber:
Ø Bacaan,
terutama bacaan yang berisi laporan hasil penelitian
Ø Seminar,
diskusi, konferensi dan lain-lain pertemuan ilmiah
Ø Pernyataan
pemegang otoritas
Ø Pengamatan
selintas
Ø Pengalaman
pribadi
Ø Perasaan
intuitif
Pemilihan masalah penelitianPertimbangan:
Ø Pertimbangan
dari arah masalahnya
Ø Pertimbangan
dari arah calon peneliti
Perumusan masalah penelitian
Ø Perumusan
hendaklah dirumuskan dalam bentuk kalimat Tanya
Ø Rumusan
hendaklah padat dan jelas
Ø Rumusan
itu hendaknya memberi petunjuk tentang mungkinnya mengumpulkan dat guna
menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terkandung dalam rumusan itu
Penelaahan Kepustakaan
1) Penelaahan
sumber-sumber yang berupa buku
2) Pemilihan
berdasarkan pada prinsip:
a) Relevansi
b) Kemutakhiran
(kecuali studi sejarah)
Penelaahan sumber-sumber yang berupa
laporan hasil penelitian Penilikan berdasarkan atas prinsip
a) Relevansi
b) Kemutakhiran
c) Bobot
B.
Perumusan
Hipotesis
Perumusan hipotesis hendaklah mempertimbangkan:
a.
Hipotesis hendaklah menyatakan pertautan antara dua
variabel atau lebih
b.
Hipotesis hendaklah dinyatakan dalam kalimat deklaratif
atau pernyataan.
c.
Hipotesis hendaklah dirumuskan secara jelas dan padat
d.
Hipotesis hendaklah dapat diuji, artinya hendaklah
orang mungkin mengumpulkan data menguji kebenaran hipotesis itu
Secara garis
besar dapat dibedakan:
1)Hipotesis tentang hubungan
2)Hipotesis tentang perbedaan
D. Identifikasi, Klasifikasi dan
Pendefinisian Variabel
1.
Mengidentifikasi variabel.
Variabel adalah segala sesuatu yang akan menjadi objek
pengamatan penelitian atau faktor-faktor yang berperanan dalam peristiwa atau
gejala yang akan diteliti
2.
Mengklarifikasi variable
Berdasarkan proses kauantifikasinya, variabel
digolongkan menjadi:
Ø
Variabel nominal
Ø
Variabel ordinal
Ø
Variabel interval
Ø
Variabel rasio
Berdasarkan
atas fungsinya dalam penelitian variabel dibedakan menjadi:
Ø
Variabel tergantung
Ø
Variabel bebas
Ø
Variabel moderator
Ø
Variabel kendali
Ø
Variabel rambang
3.
Merumuskan
definisi operasional variabel-variabel
Definisi operasional dirumuskan berdasarkan atas
sifat-sifat hal yang didefinisikan yang dapat diamati (diobservasi)
a)
Yang berdasar atas kegiatan-kegiatan (operations) yang
harus dilakukan agar yang didefinisikan itu terjadi
b)
Yang berdasar atas bagaimana hal yang didefinisikan itu
nampaknya (seringkali menunjuk kepada alat pengambil datanya)
E. Pemilihan atau Pengembangan Alat
Pengambil Data
Alat pengambil data harus memenuhi syarat-syarat:
Alat pengambil data harus memenuhi syarat-syarat:
1.
Validitas
2.
Reliabilitas
a)
Penyusunan rancangan penelitian
b)
G.Penentuan sampel
c)
H.Pengumpulan data
d)
I.Pengolahan dan analisis data
e)
J.Interpretasi hasil analisis
f)
K. Penyusunan laporan
Add Comments